Desember 2023 #3
Terkadang sesuatu yang sudah kita rencanakan belum tentu akan segera tertuaikan, ya memang rencana kita hanyalah sebuah serpihan-serpihan rencana semesta yang tidak bisa kita prediksikan. Dalam menjalankan sebuah rencana tentunya kita akan mendapati banyak hambatan, salah satunya terlambat untuk menyadari jalan mana yang kita pilih, untuk mewujudkannya.
Tapi ada kalanya kita harus belajar dengan kata terlambat, karena terlambat bukan berarti terhenti, tetapi hanya tertunda saja.
Kita hanya butuh bersabar memberi sedikit waktu, untuk merencanakan ulang dan segera bergerak kembali, untuk menyusun serpihan-serpihan rencana dan mensinergikan apa yang kita rencanakan, urusan hasil dari rencana itu kita serahkan ke semesta yang menentukan.
Toh kita juga tidak pernah tau apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan. Tapi dengan merencanakan berarti kita punya mimpi untuk diwujudkan.
Perihal rencana ini, ada beberapa rencana yang saya rencanakan di tahun 2022 yang mungkin tertunda, atau mungkin belum terwujud. Salah satu rencana besar di tahun 2022 saya adalah ingin konsisten menulis di media ini, namun rencana tersebut tertunda bahkan bisa dibilang terhenti. Masalah terbesar saya ketika akan menulis adalah saya tidak tahu apa yang harus saya tulis.
Singkat cerita, pada pertengahan tahun 2023 ini secara tidak sengaja saya membaca postingan pak Ivan Lanin di platform media sosial twitter, beliau memposting mengenai kelas menulis sebagai meditasi, dan kelas menulis ini dilaksanakan secara daring dengan materi dikirimkan melalui surel setiap hari nya dengan 30 materi yang disediakan oleh pemateri. Saya mencoba mengunjungi website kelas menulis ini di link berikut https://www.maribercerita.com/, setelah menelusuri dan mencari tahu tentang siapa pemateri nya, dan apa latar belakang dari kelas ini, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri pada kelas menulis ini.
Saat ini saya sudah menerima kurang lebih 14 materi di dalam kelas penulisan ini, dan tulisan ini akan saya jadikan awal titik balik saya untuk mulai berusaha lagi menulis, namun kembali lagi apa yang sudah saya utarakan sebelumnya, bahwasanya ini hanya sebuah rencana, mimpi, dan harapan yang saya gantungkan diatas langit, urusan seberapa konsisten saya menulis akan saya serahkan kepada semesta yang mengatur segala rencana.
Demikian, sedikit cerita yang mungkin tidak terlalu menarik ini, tidak apa-apa jika tidak suka dengan tulisan ini, bagi yang tidak sadar membaca tulisan ini dengan tuntas, semoga tulisan ini bisa menemani secangkir hangatnya kopi di sore atau pagi hari.
Salam,
SA
Komentar
Posting Komentar