Postingan

Desember 2023 #3

Terkadang sesuatu yang sudah kita rencanakan belum tentu akan segera tertuaikan, ya memang rencana kita hanyalah sebuah serpihan-serpihan rencana semesta yang tidak bisa kita prediksikan. Dalam menjalankan sebuah rencana tentunya kita akan mendapati banyak hambatan, salah satunya terlambat untuk menyadari jalan mana yang kita pilih, untuk mewujudkannya. Tapi ada kalanya kita harus belajar dengan kata terlambat, karena terlambat bukan berarti terhenti, tetapi hanya tertunda saja. Kita hanya butuh bersabar memberi sedikit waktu, untuk merencanakan ulang dan segera bergerak kembali, untuk menyusun serpihan-serpihan rencana dan mensinergikan apa yang kita rencanakan, urusan hasil dari rencana itu kita serahkan ke semesta yang menentukan. Toh kita juga tidak pernah tau apa yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan. Tapi dengan merencanakan berarti kita punya mimpi untuk diwujudkan. Perihal rencana ini, ada beberapa rencana yang saya rencanakan di tahun 2022 yang mungkin tertund...

Agustus 2022 #2

Kita memang sepasang yang berbeda, Kita sering berselisih paham tentang kehidupan, Tapi kita juga pernah sama-sama berjuang, Mewujudkan apa yang telah kita rencanakan. Saat gelap kerap melanda diriku, kau mampu menerangi jalanku... Saat hilang arah, kau mampu menuntunku menemukan arah Kau bilang, "Bisakah kita hidup bersama selamanya" Itu tak bisa kujanjikan, tapi yakinlah aku akan menemanimu hingga ujung usia Bagiku kamu istimewa meskipun terasa berbeda... kamu suka mengatur, aku susah diatur... kamu ingin segalanya terlihat sempurna, aku terlihat apa adanya Tapi bukankah Tuhan mencipta juga atas dasar perbedaan? Yakinlah dengan perbedaan kita bisa saling menguatkan. Dengan perbedaan kita bisa mengikhlaskan. Dengan perbedaan kita belajar tentang penerimaan. ~SA~

Agustus 2022 #1

lembayung dikejauhan mulai nampak,  rasa hati ini kembali tak mampu untuk mengelak, menahan rindu yang mulai berontak, hingga jantung pun mulai berdetak, entah sampai kapan hati ini akan berhenti bergejolak. Setiap kita saling berpandangan seolah semesta merestui,  namun aku pun tak mengerti apakah nyata atau hanya serpihan imajinasi, tapi disetiap relung hati ini tetap menyakini, bahwa suatu saat kita akan dipertemukan kembali.  Apakah hatimu terlalu keras untuk ditembus dengan perasaan?, seolah rinduku terlalu sulit untuk tersampaikan, akan sejauh apa engkau akan mengelak, bahwa kita sejatinya dua pasang yang tak tertolak. ~SA~